Santri Baru Pesantren Media (2017)

Assalaamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh

Alhamdulillah, setelah melalui proses seleksi dan juga wawancara serta konsultasi dari para orangtua calon santri, maka kami mengumumkan santri yang diterima pada tahun penerimaan 2017. Sebelumnya, perlu kami sampaikan bahwa santri yang diterima ini merupakan santri pilihan Pesantren Media setelah mempertimbangkan berbagai aspek. Walau tidak memenuhi kuota maksimal (20 santri), namun santri yang terpilih ini insya Allah sudah memantapkan hati dan pikirannya untuk belajar di Pesantren Media.

Pada saat pendaftaran kami memberikan ruang bagi para orangtua dan calon santri untuk mengetahui informasi seputar Pesantren Media. Hal ini penting sebagai sarana sharing dan konsultasi. Selain membuka layanan telepon dan SMS serta email, kami juga membuat grup WhatsApp yang berfungsi sebagai “Open House”. Para orangtua calon santri bisa bergabung dan mendapatkan informasi langsung dari pengelola Pesantren Media. Boleh bertanya dan diskusi. Selain melalui grup WhatsApp, banyak juga yang kosultasi langsung secara individual baik via SMS maupun WhatsApp dan juga email.

Ada beberapa catatan penting yang menjadi pertimbangan kami dan juga para orangtua calon santri selama konsultasi dan sharing informasi melalui layanan yang kami sediakan:

  1. Tentang laptop. Ya, di Pesantren Media untuk saat ini belum ada ruang kelas khusus untuk melakukan KBM yang menggunakan komputer. Sehingga laptop menjadi pilihan bagi santri dalam mengerjakan tugas-tugas, khususnya mapel teknik media. Kendala pertama, tak semua orangtua santri bisa memenuhi kebutuhan ini. Kedua, bagi sebagian besar orangtua masih merasa khawatir jika anaknya menggunakan laptop dalam aktivitas kesehariannya. Sebenarnya kami sudah mengatur penggunaan laptop, yakni dari Hari Senin hingga Jumat, laptop disimpan di loker guru dan boleh diambil jika ada pelajaran yang menggunakan laptop dan setelah usai pelajaran akan dikembalikan ke loker guru. Pengerjaan tugas dari berbagai mapel teknik media dan tsaqafah diberikan waktu khusus, yakni Sabtu dan Ahad. Santri boleh menggunakan laptop dengan ketentuan: mengerjakan tugasnya di kelas dan didampingi guru. Setelah usai tugasnya, laptop kembali dikumpulkan di loker guru. Santri dilarang menggunakan laptop di malam hari. Banyak calon orangtua santri yang masih keberatan dengan aturan seperti ini karena masih belum percaya anaknya bisa bijak menggunakan laptop. Dengan kodisi seperti ini banyak calon orangtua yang tidak melanjutkan ke tahap pendaftaran.
  2. Ijazah Paket B dan Paket C. Bagi banyak orangtua yang konsultasi dengan kami masih meragukan kualitas pendidikan luar sekolah (program paket) walau secara legalitas memang diselenggarakan oleh Kemendikbud. Di Pesantren Media, karena menggunakan kurikulum sendiri, maka mapel yang tidak diperlukan sesuai target tidak dipelajari, kecuali ketika hendak UN. Tahun pertama dan kedua santri fokus kepada kurikulum pondok, dan tahun ketiga fokus untuk persiapan UN. Atas alasan ini, banyak orangtua yang tidak melanjutkan ke tahap pendaftaran.
  3. Aturan yang diberlakukan pesantren. Pada saat konsultasi, wawancara, dan sharing informasi, ada juga calon santri yang tidak mau ikut aturan pondok. Untuk kasus seperti ini, langsung kami tolak.

Maka, dengan fakta yang sudah kami paparkan di atas hasil dari sharing, konsultasi, dan wawancara (baik dengan  orangtua dan calon santri, yang berjumlah lebih dari 20 orang), untuk tahun ini Pesantren Media HANYA menerima santri hasil seleksi kami dengan nama yang tertera di bawah ini:

  1. Ukkasyah Quwwatulhaq (jenjang SMA), asal Tebing Tinggi, Sumatera Utara
  2. Nur Aminah Natasyah (jenjang SMA), asal Gresik, Jawa Timur
  3. Taqiyuddin Abdurrahman (jenjang SMP), asal Bogor, Jawa Barat

Selamat untuk santri yang lolos seleksi. Semoga pilihan anda dan kami adalah bagian dari kehendak Allah Ta’ala. Semoga dimudahkan dalam proses belajar dan menjadi yang terbaik untuk kemaslahatan umat dari ilmu yang kelak didapat di Pesantren Media. []

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *