FAQ

FAQ (Frequently Asked Question)

Berikut ini adalah pertanyaan yang sering diajukan ke Pesantren Media oleh para orangtua atau wali calon santri. Bisa menjadi pertimbangan bagi para orangtua atau wali dan juga calon santri Pesantren Media lainnya.

Apa sih Pesantren Media itu?

Pesantren Media adalah lembaga pendidikan dengan kurikulum sendiri (yang mungkin berbeda dengan lembaga lain) yang memadukan antara tsaqafah islamiyah (Akidah, Nafsiyah, Fikih, Bahasa Arab, Siroh, Tafsir al-Quran dan Hadits, Tahfidz al-Quran, Tahsinut Tilawah, Tata Pergaulan Pria-Wanita)  dengan beragam teknik media (menulis dasar, jurnalistik, skenario, copywriting, menulis buku, desain grafis, fotografi/videografi, website praktis, public speaking, broadcasting, pemrograman radio, teknik olah vocal dan instrumen musik).

Berarti di Pesantren Media tidak ada pelajaran umum seperti di sekolah atau pesantren lainnya?

Ya, tidak ada untuk kelas 1 dan kelas 2. Di Pesantren Media baru belajar pelajaran umum seperti Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, Kimia, Biologi, PKN dan lainnya (yang memang ada di Ujian Pendidikan Kesetaraan dan Ujian Nasional) pada kelas 3 di setiap jenjang (SMP dan SMA).

Apa visi dan misi Pesantren Media?

Pesantren Media memiliki visi Menyongsong Masa Depan Peradaban Islam Terdepan Melalui Media. Misi Pesantren Media adalah mencetak dai bidang media dan tenaga kreatif yang handal untuk mendukung dakwah melalui media.

Sejak kapan Pesantren Media mulai beroperasi?

Sejak bulan Juli 2011 (Tahun Ajaran 2011/2012).

Siapa perintis dan pendirinya?

Pesantren Media digagas oleh Ustaz Umar Abdullah (almarhum). Beliau juga pendiri Media Islam Net, yang merupakan rumah produksi untuk Program Siar Majalah Udara Voice of Islam yang disiarkan di lebih dari 200 radio seluruh Indonesia. Bersama beberapa ustaz dan ustazah di Media Islam Net dan dukungan Yayasan Mutiara Ummat, akhirnya ide Pesantren Media bisa diwujudkan dengan menerima santri dan pembelajaran dimulai pada Juli 2011.

Bagaimana dengan tenaga pendidiknya?

Tenaga pendidik Pesantren Media adalah kalangan profesional di bidangnya dan sudah menghasilkan karya yang bermanfaat bagi umat. (silakan lihat di halaman struktur organisasi)

Seperti apa model pembelajaran di Pesantren Media?

Pesantren Media menggunakan kurikulum khusus yang menggabungkan tsaqafah islamiyah dengan teknik media diajarkan secara sistematis dari kelas 1 hingga kelas 3 di jenjang SMP dan SMA. Pada kelas 1 dan kelas 2 di jenjang SMP dan SMA diberikan semua materi pelajaran terkait teknik media dari dasar hingga lanjutan. Ketika kelas 3 di jenjang SMP dan SMA, santri mulai konsentrasi untuk persiapan Ujian Pendidikan Kesetaraan (UPK) dan Ujian Nasional (UN). Namun, santri kelas 3 dibolehkan untuk memperdalam teknik media yang diminatinya dalam wadah kreativitas bersama santri kelas 2. Termasuk untuk menambah hafalan al-Quran bagi santri yang berminat. Sebab, target minimal untuk hafalan al-Quran  bagi santri jenjang SMP adalah 5 Juz dan SMA, 4 juz ketika mereka lulus. Boleh menambah hafalan bagi yang berminat dalam program takhasus yang diselenggarakan di kelas 3. Saat ini sudah ada santri yang berhasil menamatkan setoran hafalan 30 Juz.

Bagaimana dengan ijazah yang akan dimiliki santri ketika lulus?

Santri akan belajar selama 3 tahun baik di jenjang SMP maupun SMA. Santri yang lulus di jenjang SMP dan SMA akan mendapatkan sertifikat tanda selesai belajar di Pesantren Media lengkap dengan rapor. Khusus bagi santri yang memiliki tingkat keahlian dalam teknik media dan tsaqafah Islam (khususnya tahfidz al-Quran) akan mendapatkan sertifikat tambahan berupa kelulusan sesuai bidang keahlian yang dimiliki dari pengajar bidang keterampilan dan tsaqaf islamiyah yang mengajarkannya. Selain itu, santri di jenjang SMP dan SMA akan mendapatkan ijazah kesetaraan (Paket B untuk SMP dan Paket C untuk SMA) dari Diknas setempat di tempat PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) yang bekerjasama dengan Pesantren Media. Ijazah ini bisa digunakan untuk melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi di lembaga pendidikan lain.

Ijazah Paket C (tingkat SMA), apakah bisa digunakan untuk melanjutkan ke PTN?

Bisa untuk melanjutkan ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Hanya saja melalui jalur seleksi (ujian tertulis), yakni SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri). Namun, untuk seleksi melalui jalur undangan (prestasi selama SMA, tanpa test), yakni SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri), ijazah Paket C belum bisa.

Apakah lulusan Pesantren Media bisa langsung bekerja?

Jika tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya, keahlian yang dimiliki santri Pesantren Media di bidang media yang menjadi minatnya, sudah cukup menjadi bekal untuk berkarya. Baik melalui kerjasama dengan orang lain (termasuk bekerja) maupun wirausaha. Namun, itu dikembalikan kepada santri yang bersangkutan.

Apakah semua lulusan memiliki kriteria yang diharapkan?

Harapan terbaik adalah semua lulusan memenuhi kriteria sebagai lulusan terbaik yang memiliki keahlian yang baik di bidang yang mereka geluti. Namun, seperti di sekolah pada umumnya, tak semua santri bisa memiliki keahlian yang sudah diajarkan dengan berbagai alasan dan kendala yang ada pada santri itu sendiri.

Apakah di Pesantren Media menerima santri pindahan dari sekolah atau pesantren lain?

Pesantren Media menerima santri pindahan dengan syarat maksimal kelas 2 semester pertama dari sekolah sebelumnya. Santri yang akan pindah ke Pesantren Media tetap akan melalui rangkaian proses seleksi dan wawancara. Santri pindahan tersebut akan dimaksimalkan dalam seluruh mapel teknik media dan pelajaran tsaqafah, dan diharapkan bisa mengikuti untuk mengejar standar kemampuan yang ditetapkan Pesantren Media.

Apakah santri Pesantren Media bisa pindah ke sekolah lain?

Jika alasannya mendesak seperti orang tua sakit atau santri tersebut sakit berat yang membutuhkan perawatan dan pengawasan intensif dari orang tua atau walinya, santri yang bersangkutan diperbolehkan pindah ke lembaga pendidikan lain dengan catatan, jika masih kelas 1 dan kelas 2, hanya akan mendapatkan rapor dari Pesantren Media dan sertifikat pernah belajar di Pesantren Media. Surat pindah tidak akan diberikan karena rapor berbeda sehingga tidak bisa digunakan di sekolah lain. Selain itu, tidak akan mendapatkan rapor dari PKBM. Jika pindah pada kelas 3, maka santri yang bersangkutan selain mendapatkan rapor dan sertifikat, juga rapor dari PKBM jika sudah terdaftar untuk UPK (Ujian Pendidikan Kesetaraan) dan UN (Ujian Nasional) di periode tersebut. Jika saat pindah belum terdaftar ke PKBM (karena biasanya pendaftaran PKBM untuk UN sekira bulan Oktober atau November), maka santri yang bersangkutan silakan mengurus sendiri pendaftaran ke PKBM terdekat dengan tempat pindah santri.

Ini artinya, di Pesantren Media sulit bagi santri untuk pindah ke sekolah lain?

Dalam kondisi khusus seperti di pertanyaan sebelumnya, bisa. Namun dalam kondisi lain, memang sulit. Sebaiknya, para orangtua atau wali dan calon santri harus meluruskan niat belajar di Pesantren Media hingga selesai dan lulus. Pesantren Media hanya menerima santri yang serius untuk belajar, bukan yang hanya coba-coba, apalagi tidak punya niat belajar. Sebab, kurikulum yang dibuat memang dirancang khusus untuk diselesaikan selama tiga tahun dan akan menyulitkan santri di tempat baru jika harus pindah ke lembaga pendidikan lain karena format rapor berbeda tersebab kurikulum yang berbeda dari sekolah atau pesantren pada umumnya.

Bolehkah santri hanya berminat pada teknik media saja?

Tidak boleh. Santri Pesantren Media wajib memiliki minat dan bersedia belajar tsaqafah Islamiyah. Selain karena bagian dari kurikulum pembelajaran yang wajib diikuti, juga agar terbentuk santri yang handal dalam memadukan tsaqafah dan teknik media. Sehingga teknik media yang nantinya dimiliki bukan sekadar keterampilan biasa. Tetapi keterampilan teknik media yang memiliki nilai ruh keislaman dan memiliki cara pandang Islam yang benar yang memungkinkan menghasilkan karya terbaik bagi kemaslahatan kaum muslimin.

Berapa banyak santri Pesantren Media selama ini?

Pesantren Media tidak menerima santri dalam jumlah banyak. Selama ini, untuk setiap tahun ajaran baru dibatasi maksimal hanya 20 orang untuk kedua jenjang yang tersedia, yakni SMP dan SMA. Sehingga jumlah maksimal yang bisa dicapai jika semuanya berjumlah 20 orang di setiap jenjang adalah hanya 60 orang (dengan asumsi semua jenjang kelas hanya 20 orang–sudah termasuk SMP dan SMA).

Apakah dengan jumlah santri yang sedikit berpengaruh terhadap efektivitas belajar?

Bagi santri tertentu yang tidak fokus untuk mencari ilmu di Pesantren Media, bisa saja berpengaruh dan membuat mereka malas belajar. Tetapi bagi santri yang serius mencari ilmu, hal ini tidak menyurutkan semangatnya dalam belajar. Bahkan santri angkatan pertama jenjang SMA di tahun 2011 hanya berjumlah 3 orang dan bertahan sampai mereka lulus. Kondisi pada angkatan tersebut lebih banyak gurunya ketimbang santrinya.

Apakah di Pesantren Media santri mengenakan seragam sekolah?

Selama ini tidak. Setiap pembelajaran santri hanya mengenakan busana muslim/muslimah yang syar’i. Namun, tidak menutup kemungkinan untuk ke depannya santri wajib mengenakan seragam sekolah sesuai jenjang pendidikannya.

Apakah Pesantren Media memiliki sarana dan prasarana sendiri?

Untuk saat ini, Pesantren Media memiliki lahan dan bangunan sendiri, yang terdiri dari ruang kelas, asrama guru, asrama santri ikhwan, asrama santri akhwat, dapur umum, WC guru/tamu, saung-saung untuk belajar dan istirahat, lapangan bermain, kebun tanaman, mushola, dan bangunan untuk aula (dalam proses pembangunan).

Apakah Pesantren Media menerima wakaf pendidikan dari pribadi maupun lembaga?

Pesantren Media, selama ini ditopang operasionalnya oleh Yayasan Mutiara Ummat dan donatur individual. Itu sebabnya, bagi lembaga Islam atau individu muslim lainnya yang tertarik untuk menjadi donatur atau mewakafkan hartanya untuk perkembangan pendidikan di Pesantren Media bisa bekerjasama dengan kami.

 

Bagi Anda yang memiliki pertanyaan lainnya yang tidak ada di daftar FAQ ini atau hal lain terkait donasi atau wakaf pendidikan untuk Pesantren Media, silakan mengirimkannya melalui email: info@pesantrenmedia.com atau melalui WhatsApp/Telegram ke nomor (CP: Ustaz Oleh Solihin).

Admin Pesantren Media